Selasa, 29 Mei 2012

Gerakan Tektonik


Gerakan Tektonik 

Oleh : Doddy Setia Graha

Dalam mempelajari dasar-dasar sedimentasi atau pengendapan umumnya sedimen-sedimen itu diendapkan dalam posisi mendatar atau horizontal. Dalam hal ini terdapat beberapa kekecualian antara lain jika terjadi pengendapan pada tepi-tepi yang miring maka sedimen-sedimen tersebut akan miring pula letaknya. Sebab lainnya sedimen-sedimen itu menunjukkan letak yang tidak teratur pada endapan silang siur, struktur itu disebabkan oleh perbedaan jurusan air yang mengalir ditepi pantai atau yang mengalir di muara sungai. Akan tetapi pada umumnya lebih ke tengah laut atau ke tengah danau  lapisan yang terbentuk dalam posisi mendatar. Sewaktu menyelidiki lebih lanjut kedudukan lapisan-lapisan batuan akan terlihat letak batuan sedimen atau letak batuan lainnya tidak sejajar.Adayang miring letaknya ada pula tegak lurus serta di beberapa tempat terlihat bahwa batuan-batuan itu terlipat.

Gerakan-gerakan berasal dari dalam bumi menimbulkan bentuk-bentuk tertentu adalah gaya-gaya endogen disebabkan tegangan-tegangan yang terdapat dikerak bumi.Asal usulgaya ini tidak akan dibicarakan akan tetapi perhatian utama ditunjukkan kepada bangunan arsitektektonik yang dihasilkan oleh gerakan tersebut.


Pembentukan Lipatan (Antiklin dan Sinklin)

Perubahan kedudukan batuan sedimen disebut deformasi tektonik yang dihasilkan oleh gerakan tersebut. Lapisan sedimen yang letaknya mendatar, jika terdapat gaya yang bekerja tekanan-tekanan tengensial biasanya pada stadium awal akan terbentuk sebuah lipatan. Jika gaya yang bekerja pada sebelah menyebelah lapisan-lapisan tadi tak begitu besar sehingga pada tahap berikutnya akan terbentuk lipatan tegak. Punggung lipatan tadi disebut antiklin dan lembah lipatan adalah sinkli.

Bila gaya endogen bekerja terus akan terjadi perubahan bentuk dari lipatan tegak menjadi lipatan miring, lipatan tunjam, lipatan isoklin serta lipatan rebah. Pada perkembangan selanjutnya sayap tengah akan menipis dan kemudian akan dibentuk bidang sesaran. Struktur demikian dinamakan struktur sungkup.


Pembentukan Patahan

Gaya endogen yang bekerja pada batuan terus menerus sampai batas akhir ambang batas batuan maka akan terjadi patahan atau sesar pada batuan tersebut.Gaya yang berkerja dapat berupagaya yang saling mendorong dari arah berlawan ataugaya tarikan dari arah yang berlawanan pula.

Perubahan posisi batuan sepanjang bidang patahan berlaku pada waktu gerak-gerakan itu berjalan atau lama sesudah itu. Patahan merupakan gejala yang sangat umum pada batuan, terlebih pada batuan yang berlapis seperti pada batuan sedimen serta gejala patahan sangat dengan mudah dapat dilihat. Gerakan patahan pada umumnya tidak hanya berlaku pada sebuah bidang akan tetapi pada suatu daerah yang disebut zona patahan. Sistem patahan ini dapat membagi kerak bumi dalam bongkah-bongkah dan ada pula yang menyerupai tangga yang disebut patahan jenjang. Gerak pergeseran yang terjadi selama pergerakan sehingga akan terbentuk bidang-bidang patahan yang seperti diasah yang disebut cermin gesekan atau cermin sesar. Dalam zona patahan ditemukan batuan-batuan yang hancur menyerupai tepung putih disebut milonit serta breksi sesar juga dibentuk pada daerah-daerah patahan.
Berdasarkan jenis gaya endogen yang bekerja serta kenampakan dari cermin sesarnya sehingga sesar dapat dibagi menjadi sesar naik, sesar sungkup, sesar normal, horst dan graben.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar