Minggu, 23 September 2012

KOMODITI TIMBAL


KOMODITI TIMBAL, GALENA
(Timah Hitam)
Oleh :
Doddy Setia Graha

Alamat :
Jl. Tb Suwandi Ciracas
Mahar Regency E No. 6, Ciracas, Serang, BANTEN, 42116
HP 0817799567

SARI
Timah hitam juga merupakan sumber dari simbol kimia untuk timbal, Pb dengan nomor atom 82. Merupakan mineral logam berwarna biru sampai abu-abu, berat jenis 7,58 serta kekerasan 2,5.
Timbal adalah unsur yang sangat berat. Jarang memiliki unsur sendirian di alam. Dikombinasikan dengan elemen lain, membentuk berbagai mineral yang menarik dan indah, semua yang berat karena kandungan timbal. Mineral utama yang paling signifikan adalah galena (PbS, sulfida timbal).
Tiga macam jenis endapan timbal, ialah Straigh lead ore, Lead zinc ore dan Lead Silver ore.
Komposisi kimianya ada 3 jenis ialah  sulfida sebagai mineral galena atau gelenit (Pbs) dengan kadar 87 % Pb; karbonat sebagai mineral Cerrusite (Pb CO3), 77 % Pb; dan sulfat sebagai mineral anglesite (Pb SO4), 68 % Pb.
Kegunaan timah putih pada umumnya untuk pelapis logam-logam seperti baja, tembaga, dan industri pembuatan batu baterai. Peluru atau mesiu dibuat dari timah hitam. Energi nuklir peranan timah hitam digunakan juga di dalam industri nuklir.
Apalagi sekarang banyak kabel listrik atau telepon, ternyata timah hitam juga digunakan orang untuk pembungkus kabel-kabel. Timah hitam banyak digunakan orang untuk campuran-campuran seperti bearing metal, tipe metal, solder dan sebagainya. Timah hitam juga digunakan untuk bahan-bahan di dalam industri cat, keramik, insecticide, kilang minyak, karet, industri kimia dan juga digunakan di dalam stabilisir pada plastik dan lain-lain.

1.     Asal Mula Jadi
Timbal, nomor atom 82, sangat lembut, biru-abu-abu, unsur logam dan telah digunakan sejak jaman dahulu. Karena begitu lembut, timbal biasanya paduan dengan unsur lainnya. Pipa air di Roma kuno, beberapa yang masih membawa air, terbuat dari timah. Tukang ledeng dan pipa kata dalam bahasa Inggris berasal dari kata Latin untuk timbal, timah hitam. Timah hitam juga merupakan sumber dari simbol kimia untuk timbal, Pb.
Timbal adalah unsur yang sangat berat. Jarang memiliki unsur sendirian di alam. Dikombinasikan dengan elemen lain, membentuk berbagai mineral yang menarik dan indah, semua yang berat karena kandungan timbal. Mineral utama yang paling signifikan adalah galena (PbS, sulfida timbal).
Ada 3 macam jenis endapan timbal, ialah :
¨      Straigh lead ore
Jebakan bahan galian timbal, dimana dari padanya jika diusahakan (ditambang) hanya menghasilkan logam timbal dan tidak menghasilkan hasil sampingan logam-logam yang lain. Dalam jebakan tersebut dari mineral-mineral pembawa timbal.
¨      Lead zinc ore
Endapan bahan galian yang bila diusahakan dari padanya dapat menghasilkan logam timbal dan seng sebagai hasil utamanya.
¨      Lead Silver ore
Endapan bahan galian perak dimana dari padanya jika diusahakan dapat menghasilkan logam timbal sebagai hasil sampingan.
Klasifikasi asal mula terjadinya endapan timbal secara sistematis dapat dibagi sebagai berikut :
¨      Pengisian celah (Cavity filing)
¨      Replacement atau penggantian.
a.      Masive
b.      Lode/Vein
c.       Tersebar atau Dissaminated.
Timbal jarang sekali berdiri sebagai unsur tunggal, mineral-mineral timbal yang banyak dijumpai di alam tidak banyak jenisnya; berdasarkan komposisi kimianya ada 3 jenis ialah :
¨      Sebagai sulfida; mineral galena atau gelenit (Pbs) dengan kadar 87 % Pb.
¨      Sebagai karbonat; mineral Cerrusite (Pb CO3), 77 % Pb.
¨      Sebagai sulfat; mineral anglesite (Pb SO4), 68 % Pb.
Mineral-mineral timbal kurang tahan terhadap pelapukan, sehingga tak banyak terlihat sebagai singkapan umumnya akan banyak dijumpai dekat dengan permukaan tanah. Mineral galena berwarna abu-abu, metalik, mengkilab dan berat dengan belahan teratur ketiga arah. Cerrusite adalah putih atau abu-abu dan sangat mengkilab, demikian pula anglesite juga berwarna putih atau abu-abu, suram dan pucat.

2.     Sifat Fisik
Galena – PbS
Sistem kristal       :  Isometrik (Gambar 1.)
Belahan               : Sempurna {001}
Kekerasan            :  2,5
BD                        :  7,58
Kilap                    :  Logam
Warna                 :  Abu-abu timah
Gores                   : Abu-abu timah
Optik                    :  Opak isotrop
Terdapatnya        :  Dalam urat-urat hidrotermal dengan spalerit, kalkopirit, pirit, lain-lain sulfida, kuarsa, kalsit, dolomit, barit dan fluorit.

            Gambar 1. Bentuk kristal galena mineral utama penghasil timah hitam

3.     Kegunaan
Kegunaan timah putih pada umumnya untuk pelapis logam-logam seperti baja, tembaga, dan lain-lain. Timah putih dapat digunakan untuk pembuatan perunggu. Digunakan untuk kuningan, babbit, pewter, type metal, die casting, glass, keramik pipa, stabilizer dalam plastik, pengawetan kayu, fungicides, insecticides dan banyak lagi kegunaannya.
Timah putih sebagai fungsi solder utama. Apalagi jika anda lihat pada radio-radio atau pesawat-pesawat TV baik yang listrik maupun transistor, peranan dari timah putih besar sekali.
Salah satu kegunaan timah hitam yaitu digunakan di dalam industri atau pembuatan batu baterai. Bahkan timah hitam itu dapat merengut nyawa, kalau sebutir peluru atau mesiu telah mengenai tubuh manusia. Karena sebagian dari mesiu juga dibuat dari timah hitam. Dalam dunia yang semakin modern ini, masalah energi semakin penting artinya. Minyak bumi semakin langka dan mahal, maka salah satu energi yang sedang dikembangkan dan telah digunakan yaitu energi nuklir. Sehubungan dengan nuklir, rupa peranan timah hitam digunakan juga di dalam industri nuklir.
Apalagi sekarang banyak kabel listrik atau telepon, ternyata timah hitam juga digunakan orang untuk pembungkus kabel-kabel. Timah hitam banyak digunakan orang untuk campuran-campuran 10 seperti bearing metal, tipe metal, solder dan sebagainya. Timah hitam juga digunakan untuk bahan-bahan di dalam industri cat, keramik, insecticide, kilang minyak, karet, industri kimia dan juga digunakan di dalam stabilisir pada plastik dan lain-lain.

4.     Penyebaran
Endapan biji timbal banyak terdapat di seluruh daerah Indonesia (Tabel 1.) beberapa wilayah memiliki cadangan yang cukup besar dan berlimpah.

Tabel 1.Lokasi timbal (timah hitam)
Provinsi
Lokasi
DI. Aceh
K. Beureung, K. Isep, Pasir Putih, Lokop
Sumatera Utara
Bululaga, Nias, Sihajo, Nusa Bargot, Muara Soma, Ulu Aek Paneme Estella, Paguran Si Ayu, Bukit Pionggu, Malilir, G. Marisi, Sidingin
Sumatera Barat
Sumpu, Balung, Batang Bio, Bata Menjulur, Lubuk Selasih, S. Talang, S. Pagu, Bulangsi, Tepan, Mangani, G. Arum
Bengkulu
S. Ipuh Panjang, G. Batu bertulis, Aer Penejun, Aer Saleh, Aer Piatu, Aer Bagus, Tabak Tempilang, Aer Anget, Aer Limpure, Cepei, Aer Kidurung, Aer Loh, Muara Impu Tanah, Lebong Simpang, Lebong Donok, Lebong Sulit, Lebong Kandis, Simau, Tumbang Sawah.
Rajabasa, G. Rantai
Sumatera Selatan
S. Tuboh, Aer Kukus, Aer Seri, Bukit Lajah, Kikim Besar
Lampung
Rajabasa, G. Rantai
Bangka Belitung
Tanjung Pandan, Membalong, Dendang, Gantung, Manggar, Kelapa Kampit
Banten
Cirotan, Cikotok, Panggarangan
Jawa Barat
G. Parang, G. Sawal, Tasikmalaya, Cianjur
Jawa Timur
Janglot, Dawuhan, Kedungpring, Tegalrejo, Domasan, Kalitelu, Kasinan, Brungkah, Batu Ulu
Kalimantan Barat
Mandoe, Bengkayang, S. Samarayak
Kalimantan Tengah
Sampit
Kalimantan Timur
S. Mara
Sulawesi Selatan
Sasak, Masupu, Bobohan
Nusa Tenggara Barat
Lentek Desa Rembitan
Nusa Tenggara Timur
Hulu W. Rango, Omesuri, Laibunggi, Ujung Selatan Bag. Barat P. Sumba, Worgilip-Prabur, Maikawada, Taneman, Kuneman, Mamenang, Pido,  Taramen, Wakapsir
Sumber : Dari berbagai sumber

5.     Daftar Acuan

Undang-Undang
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.
Undang-Undang Nomor  4  Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.
Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Peraturan Pemerintah
Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999 tentang Analisa Mengenai Dampak Lingkungan Hidup.
Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2010 tentang Wilayah Pertambangan.
Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara.

Keputusan Presiden
Keputusan Presiden Nomor 32 Tahun 1990 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung.

Peraturan Menteri
Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 05 Tahun 2008 tentang Tata Kerja Komisi Penilai Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup.
Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 24 Tahun 2009 tentang Panduan Penilaian Dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup.

Buku, Majalah, Peta
Atmawinata, S., H.Z. Habidin, 1991, Geologi Lembar Ujung Kulon, Jawa, Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi.
Bates, R.L., 1969, Geology of the Industrial Rocks and Minerals, Dover Pub. Inc.
Battay, M.H., 1972, Mineralogy For Student, Longman Group Ltd.
Departemen Pertambangan, 1969, Bahan Galian Indonesia.
Departemen Pertambangan dan Energi, 1989, Buku Laporan Tahunan Pertambangan, Departemen Pertambangan dan Energi.
Direktorat Pertambangan, 1969, Bahan Galian Indonesia, Departemen Pertambangan.
Direktoral Jenderal Minyak dan Gas Bumi, 2001, Data dan Informasi Minyak dan Gas Bumi 2001, Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.
Eneste, Pamusuk, 2009, Buku Pintar Penyuting Naskah, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Graha, D.S., 1987, Batuan dan Mineral, PT. Nova, Bandung.
……......, 1994, Bahan Galian Indonesia, Unpub.
..........., 2001, Daya Dukung Alam Banten Dalam Pembangunan, Koran Fajar Banten, Banten.
……....., 2003, Potensi Bahan Galian di Banten Selatan, Majalah Menara Banten, Banten.
……....., 2004, Ketersedianya Sumberdaya Alam Di Masa Datang, Koran Fajar Banten, Banten.
.........., 2011, Kisi Kisi Pertambangan, Unpub.
Hurlburt, C.S., 1971, Dana’s Manual of Mineralogy, Eignteenth Ed., John Wiley and Sons.
Madjadipoera, T., 1990, Bahan Galian Industri Indonesia, Direktorat Sumberdaya Mineral.
Middlemost, E.A.K., 1985, Magmas and Magmatic Rocks, Longman Group Ltd.
Rahardjo, M., 2007, Memahami AMDAL, Graha Ilmu, Yogyakarta, 144 H.
Sanusi, B., 1984, Mengenal Hasil Tambang Indonesia, PT Bina Aksara, Jakarta.
Sujatmiko, S. Santosa, 1992, Geologi Lembar Leuwidamar, Jawa, Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi.

Internet 
http://www.mii.org

2 komentar:

  1. ada jurnal tentang suseptibilitas timbal ndak

    BalasHapus
  2. Ada yg sudah mengolah Galena menjadi timah Batangan?
    Dimana?
    Sy mau beli timah batangannya..
    Hub. WA. 081326158684

    BalasHapus