Senin, 25 Juni 2012

Batuan Malihan, Proses Pembentukan


Proses Pembentukan

Oleh : Doddy Setia Graha


Batuan malihan (metamorfosa) adalah hasil dari perubahan-perubahan fundamentil batuan yang sebelumnya telah ada. Panas intensif dipancarkan oleh suatu masa magma yang sedang mengitrusi menyebabkan terjadinya metamorfosa kontak. Metamorfosa regional meliputi daerah yang sangat luas disebabkan oleh efek tekanan dan panas pada batuan yang terkubur sangat dalam.
Kedua tipe metamorfosa, fluida dalam batuan dapat membantu perubahan-perubahan padat, dengan perubahan kimiawi. Air adalah fluida utama, tetapi unsur-unsur kimia seperti klor, flour, brom dan lain-lain dapat keluar dari batuan sekelilingnya.
Namun harus dipahami bahwa proses metamorfosa terjadi dalam keadaan padat, dengan perubahan kimiawi dalam batas-batas tertentu saja dan meliputi proses-proses rekristalisasi, reorientasi dan pembentukan mineral-mineral baru dengan penyusunan kembali elemen-elemen kimia yang sebelumnya telah ada.
Metamorfosa terjadi dalam suatu lingkungan yang sangat berbeda dengan lingkungan dimana batuan asalnya terbentuk. Banyak mineral-mineral hanya stabil dalam batas-batas tertentu dalam temperatur, tekanan dan kimiawi. Jika batuan tersebut dikenakan temperatur dan tekanan yang lebih tinggi, batas kestabilan mineral dapat dilampui, penyesuaian mekanis dan kimiawi dapat terjadi dalam batuan membentuk mineral-mineral baru yang stabil dalam kondisi baru.
Batuan malihan dapat dibagi menjadi, Malihan Kontak (termal), di sekitar suatu intrusi magma dimana panas pemegang peranan dan fluida-fluida. Malihan Dinamis (kataklastik), di sekitar dislokasi dimana tekanan kedua memegang peranan. Sedangkan Malihan Regional dimana kedua efek ini memegang peranan penting.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar