Senin, 25 Juni 2012

Batuan Sedimen, Klastik


Batuan Sedimen Detritus (Klastik)

Oleh : Doddy Setia Graha


Batuan sedimen ini diendapan dengan proses mekanis, terbagi dalam dua golongan besar dan pembagian ini berdasarkan ukuran besar butirnya. Cara terbentuknya batuan tersebut berdasarkan proses pengendapan baik yang terbentuk di lingkungan darat atau di lingkungan air (laut).
Batuan yang berukuran besar seperti breksi dapat terjadi pengendapan langsung dari ledakan gunungapi dan diendapkan di lingkungan air seperti sungai, danau, atau laut. Batuan konglomerat biasanya diendapkan di lingkungan sungai dan batuan batupasir dapat terjadi di lingkungan laut, sungai, danau maupun delta. Semua batuan tersebut di atas termasuk ke dalam golongan detritus kasar, sedangkan golongan detritus halus terdiri dari batu lanau, serpih, batulempung dan napal. Batuan yang termasuk golongan ini pada umumnya diendapkan di lingkungan laut dari laut dangkal sampai laut dalam.


Batuan Sedimen Evaporit

Proses untuk terjadinya batuan sedimen ini harus ada air yang memiliki larutan kimia yang cukup pekat. Pada umumnya batuan ini terbentuk di lingkungan danau atau laut yang tertutup, sehingga sangat memungkinkan selalu terjadi pengayaan unsur-unsur tertentu. Suatu contoh adalah larutan garam yang akan semakin pekat apabila lingkungannya berupa danau yang tidak ada saluran pembuangan. Dan faktor yang penting juga adalah tingginya penguapan maka akan terbentuk suatu endapan dari larutan tersebut. Batuan-batuan yang termasuk ke dalam golongan ini adalah gip, anhidrit, batugaram, dan lain-lainnya.

Batuan Sedimen Batubara
Batuan sedimen ini terbentuk dari unsur-unsur organik yaitu tumbuh-tumbuhan. Dimana sewaktu tumbuhan tersebut mati dengan cepat tertimbun oleh suatu lapisan yang tebal di atasnya sehingga tidak memungkinkan untuk terjadinya pelapukan. Lingkungan terbentuknya batubara adalah khusus sekali, dan harus memiliki banyak sekali tumbuhan sehingga kalau tumbuhan itu mati atau tumbang tertumpuk menjadi satu di tempat tersebut.

Batuan Sedimen Silika
Batuan ini terdiri dari rijang (chert), radiolaria dan tanah diatomea. Proses terbentuknya batuan ini adalah gabungan antara proses organik seperti radiolaria atau diatom dan proses kimiawi untuk lebih menyempurnakannya.

Batuan Sedimen Karbonat
Batuan ini sudah umum sekali terbentuk dari kumpulan cangkang moluska, alga, foraminifera atau lainnya yang bercangkang kapur. Atau oleh proses pengendapan yang merupakan rombakan dari batuan yang terbentuk lebih dahulu dan diendapkan di suatu tempat. Proses pertama biasa terjadi di lingkungan laut litoral sampai neritik, sedangkan proses kedua diendapkan pada laut neritik sampai bahtial. Jenis batuan karbonat ini banyak sekali jenisnya tergantung dari material penyusunya, suatu contoh batu gamping terumbu terbentuk karena batuan tersebut disusun oleh material terumbu koral.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar