Senin, 20 Februari 2012

Emas


Emas (Geologi Pertambangan)

Diantara sejumlah daerah yang mengalami pemineralan emas dan perak di Indonesia, yang paling banyak dikenal adalah daerah yang memanjang dari ujung utara Sumatra ke selatan dan berlanjut ke Jawa. Selain dari emas dan perak, pada beberapa tempat ditemukan juga platina disamping mineral sulfida tembaga, timbal dan seng.
Di daerah itu terdapat endapan bijih di kulit bumi (epitermal dan hidrotermal), salah satu tambang emas tertua ialah unit Pertambangan Emas Cikotok PT Aneka Tambang (Persero) di Banten. Walaupun saat ini tambang tersebut sudah tidak beroperasi lagi. Keterdapatan emas di daerah Banten Selatan sudah diketahui semenjak penyelidikan di sana menjelang tahun 1930-an. Batuan yang disebut “Andesit Tua” telah terkena propilitisasi, batuan gunung api Miosen Bawah dan endapan Eosen. Dalam batuan ini terdapat urat bermineral sulfida mengandung emas, perak, timbal, seng dan sebagainya. Penambangan sebelum Perang Dunia II dilakukan oleh Mjnbouwmaatschappij Zuid Bantam. Setelah Perang, perusahaan ini dijual kepada NV Perusahaan Pembangunan Pertambangan (NVP3) yang didirikan oleh Bank Industri Negara. Rehabilitasi di mulai pada tahun 1954, dan produksi pertama berlangsung pada tahun 1957.
Penambangan dilaksanakan dengan cara tambang tertutup berupa gali-isi. Bijih yang dihasilkan dengan penambangan dalam kemudian diangkut dengan lintasan kabel ke pabrik pengolahan di Pasir Gombong. Pengolahan semula hanyalah dengan cara sianidasi menghasilkan presipitat emas - perak dan ini diolah lebih lanjut di unit PP Logam Mulia, Jakarta. Dalam tahun 1978 ditambahkan flotasi untuk mengambil logam timbal dan seng.
Kadar emas produksi tahun 1989 adalah 4,5451 gram setiap ton bijih dan perak 87,8199 gram setiap ton bijih, dibanding dengan 1988 yang masing-masing 4,1008 gram dan 97,7138 gram setiap ton bijih. Produksi logam emas tahun 1989, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, naik sebesar 9,78% sedangkan produksi logam perak turun sebesar 14,25%.  Unit produksi tambang Cikotok sudah tidak beroperasi lagi, hal ini disebabkan kandungan emas yang terdapat sudah tidak prospek untuk dilakukan oleh tambang dalam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar